Dalam hadits nabi saw. dan di jelaskan oleh para ulama...
Kesunahan bagi orang berpuasa
Dalam kitab Taqrib hal: 26, oleh Syeih al imam Abu abdillah muhammad bin qosim as syafi’i
ويستحبّ فى الصوم ثلاثة اشياء احدها تعجيل الفطر ان تحقق غروب الشمس فان شك فلا يعجل الفطر
Artinya:” dan di sunahkan bagi orang yang berpuasa tiga perkara. Yang pertama: mensegerakan berbuka, bila telah nyata tenggelamnya mata hari (maghrib), namun bila ragu bahwa belum maghrib maka janganlah berbuka”.
Hadits nabi Saw.
Dari Sahlin bin sa’din ra. Sesungguhnya nabi Saw, bersabda:
لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ (رواه البخارى ومسلم)
Artinya:”Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka mendahulukan berbuka”. (Hr: Buhori no:1856, Muslim no: 1098)
ويسنُّ أن يفطرَ على تمر وَاِلا فَمَاءٍ
Dan di sunahkan hendaklah berbuka dengan kurma jika tidak ada maka berbukalah dengan air
Syeih Muhamad nawawi al bantani berkata:
ويسن كونه وترا وقليله يقوّى البصر وكثيره يضعفه
Artinya:”Di sunahkan jumlah kurma itu ganjil, makan sedikit dari kurma itu menguatkan penglihatan dan makan banyak bias melemahkan peng lihatan”. (Tausyeh hal: 112).
Dan di anjurkan dalam memakan buah kurma itu tiga buah, sebagaimana di jelaskan dalam kitab fathul mu’in
والاكمل ان يكون بثلاث
Artinya: Yang paling baik (sempurna dalam memakan buah kurma itu tiga buah”. (hasyiyah I’anatuttholibin juz: 2 hal: 278).
Rasulullah Saw. bersabda :
إذا كان أحدكم صائما فليفطر على التمر فإن لم يجد التمر فعلى الماء فإن الماء طهور
Artinya: “Apabila diantara kalian berpuasa, berbukalah dengan kurma, jika tidak ada kurma, maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci”.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Al-Baihaqi dan Al-Hakim. Menurut Al-Hakim, hadits ini shahih berdasarkan kriteria persyaratan Imam Al-Bukhari. )
Nabi Saw, bersabda:
إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ فَإِنَّهُ طَهُورٌ
Artinya: “Apabila diantara hendak berbuka, maka berbukalah dengan tamr (kurma), jika tidak ada maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci”
(Hr. Imam At-Turmizi, ia mengatakan “hadits ini hasan shahih”, diriwayatkan juga oleh Ibnu Khuzaiman didalam Shahihnya, Imam Ahmad didalam musnadnya, dan Imam Al-Baihaqi didalam Ma’rifatus Sunani wal Atsar).
Nabi Saw. bersabda:
مَنْ وَجَدَ تَمْرًا فَلْيُفْطِرْ عَلَيْهِ، وَمَنْ لَا يَجِدُ فَلْيُفْطِرْ عَلَى الْمَاءِ، فَإِنَّهُ طَهُورٌ
Artinya: “Barangsiapa yang mendapati kurma maka berbuka puasalah dengannya, dan barangsiapa yang tidak memiliki kurma maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci” [HR. Ibnu Hibban didalam Shahihnya]
Nabi Saw. bersabda:
إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ , فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ , فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَمَاءٌ , فَإِنَّهُ طُهُورٌ
Artinya: “Apabila diantara kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan tamr (kurma), sebab kurma itu barokah,
namun jika tidak ada maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci” [HR. Ibnu Khuzaimah didalam Shahihnya]
Hadits nabi Saw.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاء
“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi shallallahu ‘alayhi wa Sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma muda), jika tidak ada kurma muda (ruthab), maka beliau berbuka dengan kurma (tamar), dan jika tidak ada tamar, beliau meminum seteguk air” [HR. Abu Daud, At-Turmidzi, Al-Hakim, dan lain-lain, hadits ini shahih]
وَتَأْخِيْرِ السَّحوْرِ مالم يقع فى شَكٍّ فَلا يؤخر ويحصل السحور بقليل الاكل والشرب
Artinya:”Di sunahkan mengahirkan sahur, selama di hatinya tidak ada keraguan telah fajar, dan sudah mendapat kesunahan sahur dengan makan minum meskipun sedikit
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضى اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً
Artinya: Dari anas bin malik ra. Rosululloh Saw. bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah” (HR. Buhori no: 1923 Muslim no: 1096))
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
"Pembeda antara puasa kami (ummat Islam) dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur” (HR. Al Bukhori)
Anjuran sahur sekalipun dengan seteguk air
Nabi Saw bersabda:
السَّحُوْرُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَالْمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى
الْمُتَسَحِّرِيْن
Artinya: “Makan sahur adalah barakah, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah satu di antara kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang sahur.” (HR. Imam Ibnu hiban no: 3458, Imam Ahmad).
Hadist nabi Saw.
اِسْتَعِنُوْا بِالطَّعَام السَّحُّر عَلَى الصِّيَامِ النَّهَارِ وَبِقَيْلُوْلَةِ النَّهَارِ عَلَى قِيَامِ اليْلِ (رواه الحاكم وصححه)
Artinya:Jadikanlah makan sahur itu penolong puasamu di siang hari, dan tidur sebentar di siang hari (qoilulah) untuk ibadah malam hari”. (Hr. Imam hakim, dan ia menshohihkanya. Dalam I’anatuttholibin juz: 2 hal: 276).
والثالث ترك الهجر اى الفحش من الكلام الفاحش
Dan yng ketiga meninggalkan perkataan yang buruk.
Dan di anjurkan ketika berbuka untuk banyak berdo’a, karena doanya mustajab.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثٌلَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّىيُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِيَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak:Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa
orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat,” (H.R.At-Tirmidzi 2526, Thabrani 7111).