Pernakhkah kita mendengar para guru-guru kita menyebut selain nabi Saw. dengan sebutan SAYIDINA…?. Berikut ini dalil haditsnya. Baca dahulu baru di komen agar tidak salah paham…!!!.
Kita sering mendengar para guru guru kita ketika menyebut para shahabat atau ulama mulia dengan menyebutkan SAYID seperti: Kepada shahabat nabi Abu Bakar Sayyidina Abu bakar RA ...kepada shahabat Umar di katakana Sayyidina Umar RA .... dan begitu seterusnya, termasuk kepada para wali Alloh seperti Sayidi Syeih Abdul qodir, DLL.
Memanggil “sayyidina” kepada Nabi SAW adalah di perbolehkan dan hal ini telah maklum di kalangan para kaum muslimin dengan landasan Al Qur’an , Hadits, Maupun Atsar Sahabat .....
LALU BAGAIMANAKAH DENGAN MEMANGGIL SAYYID / SAYYIDII/ SAYYIDINA....KEPADA SELAIN NABI SAW... ?????
LALU APAKAH NABI PERNAH MELAKUKAN HAL ITU.... ?????
SIMAKLAH HADITS BERIKUT.........
1.Gelar ‘sayyid’ tidak hanya dikhususkan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kata sayyid bisa diberikan kepada para tokoh agama, diantaranya adalah para sahabat. Karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebut beberapa sahabatnya dengan ‘sayyid’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Hasan bin Ali bin Abi Thalib:
عَنِ الْحَسَن سَمِعَ اَبَا بَكْرَةَ: سَمِعْتُ انَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَلَى المِنْبَرِ وَالْحَسَنُ اِلَى الْجَنْبِهِ يَنْظُرُ اِلَى النَّاسِ مَرَّةً وَاِلَيْهِ مَرَّةً وَيَقُوْلُ: إِنَّ ابنِي هَذَا سَيِّدٌوَلَعَل اللهُ أَنْ يُصلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَينِ عظيمتين مِنَ الْمُسْلمين (والبخارى ، أحمد ، وأبو داود ، والترمذى ، والنسائى عن أبى بكرة . ابن عساكر عن أبى سعيد(
Artinya:”Dari hasan dari Abi bakroh: Aku mendengar Nabi Saw di atas mimbar sedang Hasan di sisinya, sekali waktu Nabi saw. melihat para shahabat(manusia) dan sekali waktu melihat hasan, dan bersabda: “Sesungguhnya anakku ini (yakni Hasan bin Ali RA) adalah “SAYYID”Semoga dengan-nya Allah akan mendamaikan dua kelompok besar dari kaum muslimin (HR. Bukhori, no: 3746, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidziy, Nasa’i dari abu bakrah dan ibnu asakir dari abu said).
Dari hadits ini kita mengetahui bahwa, nabi Saw. mengajarkan kepada kita agar menyebut orang mulia dengan sayid
Coba kita simak, Nabi mengatakan: Anak ku ini (hasan bin Ali ra.) adalah Sayid.
2.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda kepada orang Anshar, untuk menghormati pemimpinnya, Sa’d bin Muadz radhiyallahu ‘anhu, ketika Sa’d datang, beliau menyuruh orang Anshar:
قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: قُوْمُوْا اِلَى خَيْرِكُمْ اَوء قُومُوا إِلَى سَيِّدِكُم
Brdiri sambutlah kepada orang terbaik kalian dan berdi Sambutlah sayyid kalian.” (HR. Bukhari 3804 & Muslim 1768).
Coba kita simak, nabi mengajari agar menyebut sayid kepada orang alim atau orang baik
3. Para sahabat juga menyebut sahabat lainnya dengan sayyid. Umar bin Khatab pernah mengatakan tentang Abu Bakr dan Bilal:
Dari jabir bin Abdilah ra, Umar ra. Berkata:
أَبُو بَكرٍ سَيِّدُنَا وَأَعتَقَ سَيِّدَنَا : يعني بلال بن رباح
“Abu Bakr itu sayyiduna, dan telah memerdekakan sayyidana, maksud
beliau adalah Bilal bin Rabah.” (HR. Bukhari 3754).
Coba kita perhatikan Umar bin hotob ra mengajarkan kepada kita agar memanggil shahabat dengan kata kata sayidina.
apa yang di lakukan oleh sayidina Umar dan apa yang di katakanya,kita di perintah oleh rosululloh saw.untuj mengikuti nya.
Hadist nabi saw.
اِقْتَدُوْا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِ اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ (رواه احمد وابن ماجة والترمذى رقم : 3682 وقال حديث حسن )
Artinya:”Ikutilah olehmu dua orang setelahku,yaitu Abu bakar dan Umar
(Hr.Ahmad, Ibnu majah, Attirmidzi no:3682,iaberkata: hadist “hasan”).
Dari hadist ini rosululloh memerintahkan kepada kita untuk mengi kuti Abu bakar dan umar,artinya apa yang di lakukan dan yang di kata kan oleh Abu bakar dan umar sudah pasti benar.
Sebagai mana di sebutkan dalam hadist nabi:
انَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِنَّ اللهَ جَعَلَ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ (رواه احمد والبيهقى ابن حبان صححه والترمذى رقم : 3703 وقال حديث حسن صحيح )
Artinya: Rosululloh saw.bersabda:”sesungguhnya Alloh menjadikan keb enaran itu atas lisan Umar dan hatinya”.
(Hr.Ahmad, Baihaqi,Ibnu hiban,ia mengatakan shohih,Attirmidzi no :3703, ia berkata:Hadist ini “Hasan lagi shohih”).
-
Kesimpulan :
1. Diperbolehkan memanggil sayyid kepada selain nabi Saw
2. Nabi SAW juga memanggil sayyid
3. Kalau Nabi saw. dan shahabat mengajarkan agar supaya menyebut SAYID kepada orang orang muliya, tentu menyebut nabi dengan “SAYIDINA MUHAMMAD SAW. lebih di utamakan karena beliau adalah kekasih alloh yang paling muliya.